A. PENDAHULUAN
Pengaruh Gerakan Zaman Baru memang sudah lama dikenal dikalangan Kristen, sekalipun hal itu tidak disadari. Sebagai bagian dari dari ajaran Zaman Baru dan khususnya aliran yang tumbuh dalam sekitar kekristenan seperti Teosofi dan Christian Science yang berkembang di Amerika pada abad yang lalu. Pada masa kini yang mirip dengan Christian Science dipopulerkan dalam bentuk Inner Healing dan praktek-praktek ibadah yang mirip dengan praktek perdukunan. Yang mencampuradukan ajaran Kristen dengan ajaran Zaman Baru (sinkretisme).
B. TOKOH DAN PANDANGAN KEKRISTENAN ZAMAN BARU
1. TEOSOFI
Annie Besant merupakan salah seorang penganut teosofi melanjutkan ajaran yang telah diajarkan oleh Helena Petrovna Blavatsky, dibawah Annie Besant lah teosofi dipropagandakan meluas melalui banyak sekali tulisannya yang disebarluasan melalui perkumpulan teosofi yang dipimpinnya.
Helena Petrovna Blavatsky dianggap sebagai pelopor ajaran teosofi dan Annie Besant merupakan juru bicara dan merupakan ahli dogmatika yang meletakan dasar uraian-uraian apologetis dalam membela ajaran mistik yang esoteris ini.
- Teosofi merupakan ajaran isoteris/mistik yang mencoba menguasai pengetahuan akan hikmat semesta itu melalui usaha-usaha spiritisme, astrologi maupun pemikiran mistik.
- Dipercayai bahwa hikmat ilahi itu bisa diperoleh melalui intuisi, ilham maupun pencerahan.
- Mempercayai ajaran tentang atman, karma, dan reinkarnasi roh. Dan para mahatma merupakan orang yag telah mencapai kesempurnaan hikmat itu, dan Yesus dipercaya sebagai titisan seorang mahatma dan roh titisan itu akhirnya menitis dalam diri Krishnamurti di abad modern ini.
2. CHRISTIAN SCIENCE
Yesus dianggap sebagai ilmuwan pertama karena Yesus dianggap menganggap penyakit dosa, dan maut hanya semu saja. Penyembuhan dosa penyakit maupun maut dilakukan dengan mind cure yaitu penyembuhan dengan pikiran atau dengan kekuatan jiwa, mental cure yaitu menghilangkan pikiran-pikiran tentang dosa, maut, dan penyakit itu! Yang dimaksudkan dengan kelepasan yaitu lepas dari anggapan bahwa kita sakit atau berdosa. Itu berarti bahwa seorang yang telah mencapai kelepasan bila ia telah menyatukan rohnya dengan semesta/ilahi itu.
Ajaran ini memang sangat menarik yang menganggap bahwa manusia mempunyai hakekat roh ilahi dan manusia pada dasarnya baik, dosa, penyakit, dan maut dapat diatasi memlaui kekuatan batin yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
3. INNER HEALING DAN VISUALISASI
Agnes Sanford da John Sanford adalah orang yang pertama kali memasukan ajaran Inner Healing dan visualisasi dalam gereja kristen, Sanford adalah penanut Carl Jung khususnya menyangkut Active Imagination (mebayangkan secara aktif) yang telah dipopulerkan oleh Carl Jung.
Pandangan sangat merendahkan arti penebusan Ktistus diatas kayu salib dan menambahkan dengan cara-cara manusia yang dianggap sama penting dengan salib itu.
Mereka menganggap juga bahwa luka batin dapat disembuhkan oleh pembacaan Alkitab, karunia lidah bahkan roti perjamuan yang kita makan berubah menjadi daging Yesus ketika masuk kemulut dan akan menyembuhkab luka batin kita.
Kita perlu menyadari bahwa pada peristiwa perjamuan malam, ketika Yesus mengatakan, “inilah tubuhKU” itu hanya diperuntuhkan sebagai lambang. Lukas mengemukakan bahwa Perjamuan malam itu ditujukan untuk peringatan : “inilah tubuhKU yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan AKU” Lukas 22:19. tidaklah tepat kalau roti dan anggur dianggap mempunyai kekuatan magis untuk membersihkan batin kita! Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa pada saat yang sama daging/tubuh Yesus ada dimana-mana, kecuali dalam arti kiasan.
Teknik visualisasi yang dipopulerkan oleh Norman Vincent Peale, Robert Schuller, dan Jonggi Cho. Bagi Jonggi Cho mengajarkan bahwa doa dengan membayangkan (visualisasi/imajinasi) dapat menghasilkan mijizat berupa kenyataan seperti untuk tujuan mencari jodoh, meminta sepeda maupun meminta segala sesuatu. Jonggi Cho menulis dalam bukunya mengatakan : “kita harus melihat objek doa kita dengan jelas secara visual sehingga kita dapat merasakannya dengan emosi kita. Bila kita tidak melakukan “hukum iman” ini kita mustahil aka menerima jawaban akan apa yang kita minta”. Jadi doa iman bagi Cho khasiatnya terletak pada diri manusia yang berdoa itu. Disini Cho mengemukakan bahwa hukum iman adalah membayangkan secara visual. Jadi sangat bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab (Ibrani 11:1).
Posted in: 